Tampilkan postingan dengan label Muhasabah diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah diri. Tampilkan semua postingan
Nike as kekee


(Catatan Untuk ISTRI yang berusaha HEBAT tanpa SUAMI HEBAT)

Bismillahirr Rahmanirr Rahim …

Siapakah Kau, Perempuan Sempurna?

Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang  yang sudah cukup matang. Kurang apa coba?

Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membandingkan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya. Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim.

Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah.

Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti. Ini terjemah ayat tersebut:

66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

SEBUAH KONTRADIKSI
Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman.

Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu? IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami saya! Tak ada apa-apanya, bukan?).

Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…

Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbukumul a’la.”

Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

PEREMPUAN SEMPURNA

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda: ”Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran.

Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah Istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu? Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits.

Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-raba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami.

Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Rasul terkasih Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib ra, seorang pemuda mukmin yang tangguh.

Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri.

Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina? Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…

JADI, YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan KitaJadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama.

Namun, jemari akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman.

Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.

Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”

Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetapi melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah Ta’ala!
Wallahu a’lam bish-shawwab.(By: Afifah Afra)

Semoga Bermanfaat…

Nike as kekee
Pernah ga kalian dengar kata-kata “titik terendah”? Sejak pertama kali mengetahui kata itu, saya langsung berulang-ulang mengucapkan kalimat itu. Menyimpan baik-baik di memory otak saya. Ya, saya menyukainya. Sebuah frase yang menggambarkan bahwa dalam kehidupan Tuhan pun mengajarkan kita untuk tersadar dengan kondisi kita saat ini.

Ada masa-masa rendah (masa sulit) yang akan kita hadapi. Satu, dua, tiga, atau bekali-kali, dan kita mungkin masih dapat dengan lancar menghadapinya. Namun suatu saat akan ada masa dimana kita merasa menghadapi masa terendah yang benar-benar sulit kita hadapi, bahkan terlalu rendah untuk menatap keatas. Seolah tidak tahu apa yang akan dilalui, tidak tahu lagi harus berbuat apa. 

Namun, seperti ungkapan diatas, pada saat terendah itu justru saat yang terdekat dengan 'kebangkitan ataupun melaju keatas'. Kenapa? Karena seharusnya kita dapat menekankan dalam setiap perbendaharaan hidup kita bahwa titik terendah adalah satu kondisi dimana psikis kita mengalami keadaan yang paling rendah. Tidak ada titik-titik yang lebih rendah dari terendah bukan?



Setelah titik terendah akan ada titik-titik yang menarik kita keatas, melawan laju gravitasi bumi. Memang sulit pada awalnya, namun akan terbiasa setelah kita memulainya. Memulai memang sulit. Tapi apakah kita akan terus-terusan bertahan dalam titik terendah tersebut?

Kebangkitan yang akan menarik kita, melewati masa-masa rendah itu, menghadirkan kebahagiaan yang telah dinantikan. 

Jadi, bersabarlah, yakin kebangkitan itu akan hadir sebentar lagi. Bertahanlah!
Bertahanlah
Nike as kekee
Bukan hanya sekedar mengikhlaskan tapi perlu mengambil hikmah di balik sema peristiwa ini
Sesuatu yang terlihat indah itupun belum tentu baik
Karena memori akan menjadi suatu hal yang manis ketika kamu membesit jauh di masa depan
Memikirkan akibat sebelum membuat penyebab itu perlu !
Biarkan waktu berbicara
Terlalu tersugesti dengan kerumitannya ! aku lelah
Karena beta adalah sudut ABC
Akupun berharap agar waktu segera berlalu
tersangut keberuntungan
Rasanya seperti flashback 
Riuh merdu itu .. membuat ku ingat 
Akhirnya

Selagi malam masih setia mengiringi siang berarti Allah masih inginkan kita untuk kembali ke jalan yang di ridhoi
Nike as kekee
sometimes I need some time
On my own
Sometimes I need some time
All alone
Everybody needs some time
On their own
Don't you know you need some time
All alone

(.
.November Rain lyrics..)



tunggu sebentar, aku butuh waktuku sendiri
untuk memahami kehadiranmu
sebentar saja...
Nike as kekee
Bismillah
Assalamu'alaykum

Hari ini di kantor lagi pengen banget makan kue.. hehehe
*curcol
Jadi inget sebelum lebaran, kue udah nangkring aja di meja tamu.. Tapi tetep, tamu setia penghabis kue mama adalah anak-anaknya, termasuk Nike sendiri..

Temen-temen pasti heran kenapa di halaman islami kali ini, nike posting cerita mengenai kue..
Bukan karena Nike pengen berbagi resep kue atau promosi lhoooo.. Tapi lebih dari itu, Nike ingin berbagi sedikit hal yang mungkin bisa temen-temen ambil..

Dari kue, kita bisa memahami "Resep Kehidupan"

Biasanya apa aja sih bahan buat kue?
Telor.. Terigu.. Vanilli.. Pengembang.. Mentega.. Gula.. Pewarna makanan..

Coba deh kita makan bahan mentah tersebut satu-satu, enak ga siiiih? Lebih enak mana sama kue yang udah jadi?


Klik..!! Begitulah hidup.. Disaat kita menemukan hal-hal yang kurang enak, alias ga kita harapkan.. Berarti Allah Subhana Wa Ta'ala sedang menempa kita agar lebih baik layaknya kue yang udah jadi.. Kue enak diliat kan? Kue enak rasanya kan? Kecuali kalo salah resep *nahlooo.. Misalnya kita kurang bersyukur, males buat mencoba hal yang baru.. (Bukankah seorang pembuat kue pernah gagal dalam bereksperimen? setelah melewati kegagalan tersebut, resep terbaik akan didapatkan.)

Banyak cobaan yang terjadi dalam hidup kita.. Dan rasanya, terkadang pahit seperti vanilli, manis seperti gula, atau amis seperti telor (lho..)

Hal-hal yang kita lalui, membuat kita semakin dewasa dan mantap.. ^_^
Dan KUE HATI ini akan semakin renyah dan enak tentunyaaaa
Semangat terus kawaaaan..
Nike as kekee
Bismillah
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokah..

Dengan ditemani secangkir Kopi Vanilla Latte, Lagu nasyid dalam koneksian internet, lalu berselancar ke dunia maya untuk menyapa teman-teman..
Vanilla Latte? Sebenernya Nike ga terlalu suka kopi, tapi berbeda halnya dengan Kopi ini.
Ceritanya sekitar tiga bulan yang lalu, saat hujan sedang deras-derasnya menaungi kota hujanku (Bogor), Nike berkujung ke rumah sahabat dengan keadaan yang hmmh basah kuyup.. Setelah mengeringkan tubuh dan berganti pakaian, Nike disuguhi Secangkir Kopi Vanilla Latte oleh ibu beliau..

"Nik, minum dulu tuh kopinya.Lumayan, masih anget. Kalo udah dingin ga enak" Suruh sahabatku itu.
Aku menjawabnya dengan senyum yang dipaksakan. Kopi? Ujar hatiku. Aduh, kenapa harus kopi sih? Kopi PAIT..!! Ga suka.. Itu kesan pertama yang ditimbulkan dari minuman yang berasal dari biji yang dikeringkan lalu ditumbuk.. 
"Iya yu, ntar nike minum koo. hehehe" Jawabku dusta.
Tapi, harum Vanilla yang menggoyahkan indera penciuman, akhirnya Nike tergiur untuk nyobain. Hangat, manis ga pait, dan Nike SUKA

Sumber gambar: Klik disini
^_^

Secangkir Kopi Vanilla Latte telah mengubah paradigmaku pada satu hal..
Jangan pernah membenci kopi karena hitamnya tapi cukup dengan paitnya, karena ketika kopi itu manis, kita akan menyukainya

Begitu pula dengan seseorang..
Jangan pernah tidak menyukai seseorang karena orangnya, tapi cukup dengan sifatnya, karena ketika orang itu berubah menjadi baik, kita akan menyukainya.
Berbeda halnya ketika kita membenci orang karena orang tersebut tercap jelek dimata kita. Ketika orang tersebut berubah menjadi baik, kita tetap tidak menyukainya.. :(
Sedih..

Semoga kita dijauhkan dari sifat tersebut..
Berharap Hari ini berjalan dengan baik. "Ya Allah, lancarkanlah urusanku hari ini"
Salam Blogger..
Wassalamu'alaykum
Nike as kekee
Kenapa nih sama judulnya? Hehe. Bingung juga sebenarnya harus pilih kata apa.
‘bawel’ apa nih? Allah meminta kita untuk bawel mengharapkan petunjuk-Nya.
Emang iya? Coba aja deh kita ingat, berapa kali minimal dalam sehari kita meminta petunjuk-Nya?


Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Q.S. Al-Fatihah : 6)

Minimal 17 kali dalam sehari kan kita meminta hal itu, kita minta di setiap rakaat shalat kita. Memohon kepada Allah supaya memberikan petunjuk ke jalan yang benar. Kenapa Allah meminta kita bawel? Karena Allah sayang sama kita, Allah engga mau kita berada di jalan yang salah. Bahkan saking sayangnya, Allah juga udah kasih petunjuk supaya kita ga tersesat di jalan.

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yan lurus. (Q.S. Al-Ma’idah : 16)

Jadi sekarang tinggal tanya ke diri kita sendiri, mau ga kita berada di jalan yang benar, jalan yang lurus? Mau kan? Bahkan kita juga minta terus-terusan di setiap shalat kita. Nah itu petunjuk-Nya pun udah ada, Al qur’an yang insyaAllah pasti kita punya. Jadi ayo kita baca! Buat kita yang engga ngerti bahasa arab, terjemahnya juga jangan lupa dibaca. Biar ngerti petunjuk-Nya itu.

Jangan bikin Allah sebal. kita bilang mau berada di jalan yang lurus, selalu meminta petunjuk juga untuk berada di jalan yang lurus. Eh begitu dikasih petunjuk, tapi petunjuk itu kita diemin aja. Kalau gitu, Allah bisa sebal sama kita. Sama contohnya kaya gini, misalnya ada seorang suami yang bilang kalau dia lapar. ketika istrinya menyediakan makanan, sang suami engga menyentuh makanannya. malah terus-terusan bawel bilang lapar dan engga berhenti-berhenti bawel minta makanan. Tapi makanan yang udah dikasih malah ga digubris. pasti istrinya sebalkan?!

Nah kita ga mau kan bikin Allah sebal sama kita kaya gitu?
Nike as kekee
Duhai hati..
Ingin kutengok dirimu detik ini..
Dan aku, ingin lebih mengetahui isinya..
Yaa.. karena aku yang merasakannya..

Begitu banyak hal yang membuatku ingin bermuhasabah diri dan lebih banyak berdiam..
Tentu saja menangis..

Entahlah..

Teringat kembali dosa-dosa-dosa-dosa-dosa-dosa dan dosaku
Teringat tangisan saudaraku yang rintihannya menembus langit..
Teringat air mata pengemis yang tidak bisa aku beri..

Dan disini, aku hanya bisa terdiam
Aku terpatung menunggu waktu
Dan mungkin saja aku tak memiliki waktu untuk menjalani apa yang aku harap
Lakukanlah..!!
Lakukanlah apa yang kau mau selama masih dalam ridhoNya..

Selanjutnya... 



Nike as kekee
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokah

Kawan, pernahkah kalian merasa benar-benar bersalah setelah melakukan satu kesalahan yang sebetulnya tidak begitu fatal? Atau apakah kalian pernah melihat kesalahan orang lain hanya dari sudut pandang kalian? Pernahkah kalian menjudge orang lain "buruk" hanya karena fokus pada kesalahannya dan tidak bisa toleran?
Hmm..
Terkadang hidup itu rumit untuk kita fahami..
menurut Nike (Masih menurut Nike lho..!)
Hidup itu seperti secarik kertas..
Ketika ada 1 titik hitam yang jatuh menghias di ujung atau central kertas, kita justru akan fokus untuk melihat noda itu..
Sedangkan disekelilingnya masih putih..
Apa kita tidak bs menghapusnya?



Selanjutnya...

Nike as kekee
Bismillahirrahmanirrahim..
Ucap syukurku tiada terkira kehadirat Allah Subhana Wa Ta'ala..
Nikmatnya padaku, cukup jelas dan tak dapat diungkapkan dengan kata-kata..
Jika lautan digunakan sebagai tinta, maka kita tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan seberapa luas cintaNya..
Dan memang, kitalah yang kurang mensyukurinya..

25 November kemarin..
Yaaa.. lelah, letih lesu dan "L" lainnya mendera
Perjalanan Tangerang-Bogor serasa 3x dari perjalanan biasanya..
Panas, pengap.. aaaah, tidak dapat Nike ungkapkan.. yang jelas saat itu Nike letih..
Tiba-tiba pemuda yang duduk tepat didekat pak Supir mempersilahkan Nike untuk duduk..
Aiiiih, akhirnya..... Saya pun dengan senang hati, menerimanya..

Dan, tahukah kawan?
Saat itu pula, seluruh lelah juga letihku menguap.. Entah kemana..
Bukan karena Nike dapet tempat duduk..
Bukan juga karena pemuda itu memberikan saya senyum #apacoba?
Bukan.. Bukan..

Tapi, Pengemudi bis itu.. Yaa, pengemudi bis itu..
Suara batuknya membuat Kesadaran Nike berpaling, menggerakan sensor-sensor inderaku untuk melihat secara langsung ke sumber suara..

 Selanjutnya...
Nike as kekee
Yaa..
Komputer, Kalkulator dan sepucuk do'a yang mengantarku melewati pagi ini..
Bismillah.. ^_^

Semoga hari ini menjadi tirai awal yang membuka kebahagiaan..

Masa lalu..
Cepatlah berlalu..
Langkahku, hanya untuk masa depan..
Biarkan memoriam itu memecah keheningan hati dan berjalan melintasi alam yang berbeda..
Hingga pada suatu hari, aku akan tertawa mengingat masa-masa itu..
Aku bahagia menjadi remaja..
Hidupku tidak datar lagi seperti dulu..
Plan untukku masih bergelayut dalam alam sadarku..
Semoga

Nike as kekee

 Hari ini, 18 November 2011
Maybe, menurut kalian ini hari yang sama seperti kemarin..
Tapi tidak denganku.. Karena tepat 18 tahun yang lalu, aku dilahirkan secara normal dan tidak kekurangan apapun oleh ibuku tercinta. Itu artinya, tanggal ini bersejarah dooong buat Nike.. secara, untuk pertama kalinya menghirup nafas didunia.. Untuk pertama kalinya menatap dunia yang akan sementara aku singgahi setelah alam rahim..

Delapan belas..
Delapan belas..
Delapan belas..
Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh.. halaaaaah, ternyata benar, aku udah gede..
Aku udah bukan bocah lagi..
Dipenghujung teenager..
Excited..
Kaget..
Bangga..
Shock..
Aaaaah lebaaay..
Menurutku lebay itu wajar karena Bagi orang Indonesia, alay dan lebay adalah tranformasi setelah anak-anak menuju kedewasaan.. #hahahapasih, jadi ga nyambung nih si Nike..

Okey.. Okey.. Okey..
To the point..
Aku hanya shock karena perasaan yang sedikit tidak rela kehilangan sweet seventeenku.. Jadi gini deh..
Ih, kalian ngerasain gini ga sih? Was-was tauuuk..
Harusnya aku tahu dan mempersiapkan bahwa masa ini pasti akan datang jika Allah Subhana wa ta’ala menghendaki.. ^_^



Apakah kalian tau apa artinya itu?
Menurutku, bertambahnya umur bukan suatu hal yang terlalu membahagiakan.. Kenapa? Aku punya alas an-alasan tertentu:

Selanjutnya...
Nike as kekee
AYO LEBIH PEDULI !

Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong jenasah anak, khaerunisa (3 thn).

Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di cikini itu. (Masya Allah.. jika diliat dari kehidupan Nike skr, Nike sunggu beruntung)
Selanjutnya...

Nike as kekee
Bismillahirrahmanirrahim
Duhai hati…
Apa kabarmu hari ini?
Apa gerangan yang membuatmu muram dan bersedih.
Duhai hati kemarilah, duduk di sini bersamaku kan kudekap engkau dengan berdzikir.
Kemarilah, kan kuhangatkan engkau dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Dan malam nanti ketika banyak orang sedang tertidur lelap dalam buaian mimpi, kan kubangunkan engkau untuk ikut bersamaku,
Akan kubawa engkau menemui-Nya agar engkau dapat mengadu dan berkeluh kesah kepada-Nya

Duhai hatiku sayang...
Maafkan aku karena telah membuatmu galau
Maafkan aku karena telah mengusik ketenanganmu
Maafkan aku yang terkadang tak tau harus berbuat apa ketika ujian datang menyapaku

Selanjutnya...

Nike as kekee
(Allah, Kokohkan Kaki Kami di Atas Jalan-Mu)
M. Lili Nur Aulia


Nike as kekee
Assalammulaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Diluar nalar fikiranku, setelah berbagai aktivitas yang kulakukan, kubuka buku yang telah lama aku lupakan, tik tik tik.. kutatap jam yang berukirkan asmaNya, dan kusadar jika denting waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Aaaaah.. tubuhku gemetar sekali. Kutuliskan bait demi bait puisi indah dalam lembaran kisah hidupku, tak terasa semuanya begitu jelas dipelupuk mata. Yah, syaitan telah mengacaukan segalanya. Wajah yang kutatap satu jam yang lalu membayangi degup jantungku, ya.. begitu teduh dan damai. Kulelehkan air mata kesombongan yang mengalir dipipiku. Akhi, begitu hinakah diri ini yang pernah meminta agar engkau menjadi pendampingku. Tapi, mulai detik ini, akan kuhapus semua bayangmu, dan tak akan pernah aku ulang kesalahan yang dulu. Akhi, maaf, dirimu hanya angan semu. Semuanya tak ada yg tersisa, kecuali secuil masa yang akan kusimpan selamanya.

Setengah jam kemudian, puisi tentangmu berhasil aku ungkap..

Untukmu Akhi..

Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.

Maaf akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Walaupun kau begitu rupawan, Ia lebih indah dan bercahaya dari dirimu. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.


akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu, marah karena aku pernah mendahului takdirNya dengan menunggumu menjadi jauziku kelak padahal itu belum pasti adanya. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.



Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, Akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihnya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, DIa punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalilah. Ya, wanita shalilah yang pasti lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Iniliah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.

Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis puisi ini. Aku takut ini akan merusak hati. Tak akan ada lagi sms dariku yang rutin masuk ke hapemu untuk menanyakan sudah shalat atau belum. Aku tak ingin engkau memiliki sedikit rasa ria (sombong) sedikitpun di hatimu ketika akan beribadah, karena itu sangat dibenci oleh Allah dan tak akan diterima amalnya. Guratan pena terakhirku di puisi ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, Insya Allah.

Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Nike as kekee
Kesunyian menenggelamkan ku pada mimpi hampa. Ketika kucoba memahami makna hidup yang sudah sering kulupakan hingga satu petuah bijak pun kuabaikan bahkan sempat kutanggalkan cintamu di ujung persimpangan gang kedewasaanku. Aku terkapar dihamparan luas kebohongan diri. Aku melupa. Aku memanja pada dunia yang tak kekal cintanya. Dan kini aku sendirian bak cacing kepanasan, menggeliat-liat di tanah merah ujung kematian. Terjeratku pada janji kepalsuan lantaran salah dalam sebuah pilihan. Apakah hidup sebuah pilihan? Aku tergagu menatap jalanan yang kian menyempitkan harapan.


Memang pilihan itu ada di garis tanganku sendiri tapi entah mengapa aku tak mencoba untuk mencari tahu akan makna tentang garis-garis kehidupan yang tergurat jelas dalam genggaman tanganku ini. Hingga aku terpojok pada persimpangan gang kehidupan. Sungguh bukan gang kebahagiaan yang kupilih untuk masa depan melainkan gang kegelapan yang kuagungkan diantara kaki-kaki kecil berlari menata mimpi. Setidaknya mimpi kelam yang kuukir dari hidupku belasan tahun ini.

Sungguh sekali pun jika kutanyakan pada diri ini tentang hal apa yang telah kuberikan padamu, jawaban yang tersirat adalah kosong lantaran sama sekali belum ada satupun yang mampu kuberikan padamu sebagai ganti darah dan keringat yang kau teteskan saat kau melahirkanku ke dunia. Aku tahu engkau memang tak mengharapkan apa-apa dariku sebagai belas kasihmu. Dan memang bukan harapanku untuk melupakannmu.

Dosakah aku ibu jika pernah sekali waktu kulupakanmu dari benak mimpiku meskipun kau tak pernah terhempas dari relung-relung jiwaku. Namamu memang terukir indah dalam hati setelah nama Sang Illahi menguasai jiwa. Tapi entah mengapa wajahmu menghilang dari angan seakan ikut tenggelam dalam kehampaan malam-malam ku menanti sang lelaki datang mengagahi bayangan.
Sekian tahun engkau pergi meninggalkanku. Sekian tahun pula aku melupakanmu dan sekian tahun pula kucoba menutup rapat-rapat pintu hatiku untuk merindukanmu. Apalagi untuk meneteskan airmataku ini sekedar tuk kujadikan pelipur laraku, aku enggan ibu. Aku memilih mengasingkan diri dari kerinduan menggebu ini dan bergelut diantara rindu-rindu palsu menari-nari indah dalam setiap kelopak mata bergenangkan airmata kerinduanku untukmu. Dan kini aku merindukanmu ibu.

Peluklan diriku agar tak jauh denganmu
Lebih baik kau tidur diatas pangkuanku
Sebelum terlena senandungkanlah doa
Ukirlah namaku direlung hatimu
Lihatlah mentari perlahan akan tenggelam
Biasanya kan datang rembulan di waktu malam
Angin bertiup menyentuh dedaunnan
Nampaknya menari riang ditemani rembulan
Tuhan lihatlah kami yang tiada lelah berdoa
Dibalik tirai yang sepi menanti hangatnya diri
Dibawah sinar rembulan nampak terang menipis
Tatapanmu teru indah disinari rembulan

Ingatkah kau dengan senandung lagu ini ibu? Lagu yang pernah kau nyanyikan ketika sedang dalam kegalauan. Aku melupakan lagu ini karena memang aku sudah ingin melupakanmu. Dan aku memang telah melupakanmu. Tapi aku keliru ibu, justru melupakanmu adalah awal kelabuku menghadapi masa depan. Aku gagal meraih harapan dan selalu gagal dalam sepanjang perjalanan. Hingga ketika kumenemukan satu persimpangan jalan, kutemukan satu bayangan dimana dia membawakanku setangkai lagu cinta. Lagu yang memaksakanku untuk kembali mengingatmu. Lagu senandung doa.
Bukan kesengajaan memang dan kuyakin memang bukan, karena dia tak pernah tahu tentang makna senandung doa itu tapi ini adalah petunjuk Tuhan dimana aku harus kembali mengingat pada satu wajah yang pernah melahirkanku dan pada satu wajah yang pernah membagikan kasih dan senyumnya untukku menatap dunia dan pada satu wajah yang pernah membagikan cinta atas pengorbanannya membuatku hidup dengan penyambung nyawa lewat desahan nafasnya.
Setidaknya kembali mengingatkanku bahwa surga ada dibawah telapak kakimu ibu. Dan aku harus mencari surga itu meskipun kehangatanmu kini jauh dari dekapanku tapi kuyakin kasih dan sayangmu tetap hangat diantara kesunyian-kesunyian senja menjemput malam hingga bersandar menanti cahaya sang fajar. Betapa kehangatan mentari itulah kehangatanmu yang terkirim dari surga. Sebagai kekuatan dalam hatiku bahwa hidup ini sebenarnya indah dan berkah diantara sejuta anugerah-anugerah Tuhan yang sempat kuhempas dari kenyataan.

Ibu, maafkan aku dan kini ijinkan kaki kecilku ini menampak kembali di hamparan tanah merah tempat mu istirahat. Biarkan jari jemari ini menjamah batu nisan bertuliskan namamu. Biarkan hati kecilku menyenandungkan doa-doa untukmu. Sebagai ujud nyata bahwa aku rindu padamu. Semoga kau tersenyum pagi ini laksana cahaya mentari bersinar cerah memberiku kehangatan kasih Tuhan. Dan kasih itulah kasihmu padaku. I Miss You Mom…..moga kau bahagia disisiNYA.

Dengan cinta _NIKE ANDINI_



Nike as kekee
Oh wanita.. betapa berharganya dirimu, dirimu cantik bak permaisuri turun dari langit, rambutmu lurus tergurai lepas, gaunmu indah berwarna-warni, matamu terang memancarkan sinarnya..
Oh wanita.. apa yang ada dalam pikiranmu saat ini? Dengan segala kecantikan yang kau miliki, kau biarkan semua orang bebas memandangimu? Dengan segala keistimewaan yang kau miliki, kau biarkan semua orang bebas membicarakanmu?
Oh wanita.. mengapa kau tak menjaga dirimu lebih baik lagi? Kau tidak merasa bahwa di luar sana banyak orang yang secara tidak langsung terhanyut oleh kecantikanmu? Dan apakah kau merasa bangga dengan itu semua?
Oh wanita.. andai kau tahu, bahwa Allah sudah menyiapkan seseorang yang jauh lebih berhak memandangimu, membicarakanmu, dan membuatnya terhanyut oleh kecantikanmu..
Oh wanita.. andai kau tahu, betapa berharganya kecantikanmu, dan segalanya yang engkau miliki..
Tapi mengapa engkau membuatnya jadi tidak berharga lagi?
Sesungguhnya semua yang kau miliki itu hanyalah titipan dari Allah, titipan berupa amanah yang senantiasa harus kau jaga..
Betapa baiknya Allah.. coba kau fikirkan.. tanpa kau minta sekalipun, Allah menciptakanmu dan memberimu kesempatan untuk menikmati segala keindahan di dunia ini..
Tapi apa yang kau balas?
Kau biarkan semua amanah yang ada dalam dirimu, terbengkalai.. seolah-olah kau merasa bahwa Allah ‘terpaksa’ menciptakanmu..
Dan ternyata Allah masih baik, karena Allah memang Maha Baik.. DIA tetap berada di sampingmu, mengabulkan semua keinginanmu, dan belum mencabut apa-apa yang ada dalam dirimu..
Belum juga kah kau tersadar wahai wanita, betapa Penciptamu amat mencintaimu?
Dan kembali engkau membiarkan amanah dariNya terbengkalai.. tidak merasa kah kau terbatas olehNya?
Kau kembali mengumbar-ngumbar segalanya, entah apa yang ada dalam fikiran orang-orang yang memperhatikanmu.. mungkin mereka berkata, cantiknya.. indahnya.. tapi tahukah engkau? Sesungguhnya ucapan dari mereka tidak berarti apa-apa..
Dan akhirnya, kau pun memiliki niat untuk menutup auratmu dengan sehelai jilbab..
Tapi, Ah jangan! Kau berkata tidak jadi? Mengapa? Menunggu sampai kau benar-benar siap? Apa sekarang kau tidak siap? Dan kau menjawab, aku memang tidak siap!
Ya.. aku mengerti, wanita.. tapi tidakkah kau berfikir? Bahwa suatu saat Allah akan mencabut nyawamu? Dan siapa yang menjamin saat Allah mencabut nyawamu, kau sudah dalam keadaan siap? Di tahun ini, di bulan ini, di hari ini, di jam ini, bahkan di menit ini bila Allah berkehendak, Allah bisa saja mencabut nyawamu..
Kau adalah aurat bagi kaum adam..
Kata-kata tersebut tidakkah menyadarkanmu akan berharganya dirimu?
Lalu kau menjawab lagi, aku masih belum siap. Aku siap saat aku sudah menikah.
kembali kepada pertanyaanku yang tadi..
Apakah kau bisa menjamin umurmu akan bertahan lama saat kau beranjak menikah nanti?
Hei wanita, berfikirlah lebih logis!
Tentu kau tahu bahwa apapun yang ada di dunia ini tidak terlepas dari genggamanNya..
Jodoh, rezeki, hidup, juga mati, semua ada di tangan Allah..
Kau hanya manusia! Kau tidak berhak memilih untuk hidup atau mati.. Karena semua sudah Allah atur dengan apik..
Kau mengeluarkan alasan lagi, tapi sikapku masih seperti ini. Sama saja bohong kalau aku pakai jilbab tapi kelakuanku masih seperti ini.
Lalu aku menjawab, wanita.. kalau kau memang sudah memiliki niat yang tulus untuk memakai jilbab, semata-mata karena Allah.. aku yakin kau pun akan berusaha memperbaiki dirimu.. dengan segala keterbatasan yang kau miliki, aku yakin bahwa kau akan menjadikan jilbab itu sebagai motivasi untuk dirimu.. sebagai dorongan agar kau senantiasa menjaga kehormatanmu, menjaga harga dirimu, dan menjaga segalanya yang ada dalam dirimu, agar senantiasa bersih dan suci.. Allah amat senang dengan hambaNya yang senantiasa bisa menjaga aurat dan kehormatannya.. percayalah, bahwa Allah akan mempermudah jalanmu asal kau tetap ikhtiar untuk terus mencari ridhoNya.. insyAllah..
Hidayah tidak akan datang kalau kau belum mencarinya, hidayah tidak akan datang kalau kau tidak mau memahami apa-apa yang sudah terjadi di dunia ini..
Sekali lagi wanita, kau begitu berharga.. maka buatlah dirimu lebih terjaga.. semoga Allah mempermudah jalan saudari-saudariku untuk menutup auratnya.. ^^
Nike as kekee
Buliran air menetesi lantai bumi, menebarkan kesejukan yang telah dirindukan berjuta makhlukNya. Senja kini mulai turun mengungkung dan menyelimuti tirusnya hari. Gema Illahi bersahutan memenuhi seantero jagat raya selaras dengan langkah kakiku untuk menyusuri lembar-lembar pengabdian pada Sang Pencipta. Jejak kakiku tercetak dilorong kostan kesayang menuju tempat wudhu. Air yang sejuk dan lembut membasahi bagian tubuhku dan kutunaikan hakku untuk bertemu dengan Tuhanku diatas hamparan sajadah yang semoga dapat menjadi saksi diakhirat bahwa air mata dan simpuhan kakiku pernah terekam disini. Kututurkan sketsa hitam dalam cakrawala langit hati akan segala problematika hidup yang singgah dihidupku. Tak lupa kupanjatkan segala syukur atas segala yang telah Dia berikan. Sungguh, aku bagaikan pelangi yang tak berwarna tanpaNya.

Ditengah jeritan hati, ada kerinduan yang menyesakkan dada. Entahlah, aku ingin bertemu dengan Rabbku. Aku ingin memandang wajahNya. Aku ingin damai didalam dekapanNya. Tapi apakah itu akan terjadi jika akhlakku tetap seperti ini? Hmmh.. Tiba-tiba khayalanku menyentuh sudut dan ruang hati yang telah usang, khayalan itu pulalah yang mengantarkanku menembus sekat yang tebal menuju sebuah kenangan yang terkubur masa.

Ini kejadian kurang lebih sekitar 3tahun yang lalu. Aku berkunjung kesebuah pedesaan yang sangat terpencil. Udara disana sangat alami, belum tercemar oleh apapun. pesawahan mengelilingi desa tersebut. Sungguh,sangat nyaman berada disana. Mama dan papa sengaja mengajak aku dan anggota keluargaku yang lain untuk mengunjungi sebuah panti sosial. Jujur saja, panti itu sangat sangat sangat sederhana. Hanya terdiri dari 3 bagian saja. Dan setiap bagian berdirilah sebuah rumah panggung yang membuat hati terasa damai. Rumah pertama diisi oleh para ikhwan, kedua untuk akhwat, dan ketiga adalah rumah multi fungsi (Sering dipakai untuk mengaji, belajar maupun pertemuan-pertemuan. Disini aku berkenalan dengan seorang gadis kecil yang umurnya lebih muda 3tahun daripadaku. Nampak kecerdasan dan ketulusan terpancar dari matanya yang bak buah leci, begitu indah. Aini namanya

kulihat dia berbeda dengan anak lainnya. Sifatnya yang supel dan selalu tampak ceria membuatku dengan mudah akrab dengannya. Sungguh, dia ekspresif seperti tak ada beban apapun yang mendera dalam hidupnya. Banyak celoteh dan candaan ringan yang terlontar dari kedua bibir kami. Tiba-tiba dengan polosnya aku bertanya "aini, kamu anak yang punya panti asuhan ini bukan?". kulihat raut wajahnya tak sedikit punberubah, keceriaan itu masih menggandrungi wajahnya yang manis "Bukan koq kak, aku anak yatim piatu". Saat itu pula aku merasa bersalah, dan aku tak ingin mengorek identitasnya lebih dalam, karena aku tau bahwa itu akan membuatnya merasa terpinggirkan. Tiba-tiba suara lembut itu membuyarkan lamunanku
Nike as kekee
Hari ini, nyempetin diri ah buat ngpost blog..

Lelah bgt nii otak stlh brgelut dgn materi dan soal2 yg full eksak..
Mulai dari Kimia Dasar, Fisika, Kimia Fisika.. Tapi ga boleh ngeluh. Karena Allah tak menyukai orang yang selalu berkeluh kesah.. hehe

Disisa waktu istirahatku, kusempatkan muhasabah diri sejenak.. Kubuka mushaf Al-Qur'an surat Al-Imran ayat 190-194
kuhayati lamat2 ayat 191, kmudian khayalanku mulai brpendar mlintasi dan mmbuka pintu imajinasi..

Kurenungkan kmbali sgla pnciptaanNya.. Sungguh, tak ada ciptaan yg sia2.. Kini otak dan khayalanku mulai brjalan sinkron.. Dgn sgla ktrbtasan, khayalanku mulai brjalan mnembus batas waktu dan mngingatkanku akn materi kimia dasar yg td smpat diajarkan..

Aku smpat trcengah saat guru mnrangkan ttg struktur atom dan ajudan2ny yg lain

Hmmh.. Trnyta suatu materi trsusun dari partikel partikel yg dsebut atom.. Byk revolusi dalam model atom, hngga akhr'y dsmpurnakan dlm teori mekanika kuantum.. Dlm pnelitian2 sblm'y diambil ksimpulan bhw atom mmpunyai elektron (muatan negatif) yg mnglilingi inti atom dan mmpunyai lintasan trtentu yg lintasan dan putaran'y tdk prnh brhnti sama skali..
Subhanallah.. Bisa kita rasakan udara yg stiap saat kita hela (trdiri dari oksigen, nitrogen, hidrogen dan lainnya) Trnyata bertawaf mngelilingi inti atom serta patuh sambil memuji Dzat yg mnciptakan'y dan tdk mlnggar apapun ktetapan Allah hingga wktu yg dtentukan tiba..
Tak prnh trfkirkan sblm'y.. Sungguh..! Kenapa kita tidak bisa bercermin dengan keadaan sekeliling kita atau apapun, baik itu pengetahuan yang telah kita miliki atau semacamnya? Mengapa kita tak bisa benar-benar patuh terhadap ketetapanNya?

Lihatlah alam semesta..!! Apakah mereka pernah tidak patuh terhadap TuhanNya? TIDAK..!! Rasakan, hayati dan ambil ibrah dari setiap kejadian.. Semoga kita bisa terus menerus memperbaiki iman kita sendiri hingga mencapai klimaks saat Tuhan mencabut nyawa kita, dan memberhentikan nafas kita.

Tak pernahkah kita berfikir bahwa peraturan yang Allah buat tidak pernah sekalipun mendzalimi kita?
Kita miniaturkan segalanya dalam kehidupan, contohnya: Dalam bernegara dibuat peraturan yang sedemikian rupa. Bagi yang menjalankan peraturan itu terasa begitu sulit, namun Sang pembuat peraturan pasti menginginkan yang terbaik bagi rakyatnya dan itu tidak cuma-cuma..!!
Nah, begitulah Allah mengatur segala urusan yang telah tersurat didalam Al-Qur'an..
Mari kita renungkan, seberapa patuhkah kita terhadap Sang pencipta? Jika kita tidak patuh, mau kemanakah kita memohon pertolongan dimana hari tak ada satu orang pun yang dapat menolong kita..
Semoga bisa jadi bahan pertimbangan.. Aamin..