Nike as kekee
Tik..
Tok..
Tik..
Tok..

Entah sudah berapa detik yang kulalui untuk mendengarkan sayupan jam yang merembesi gendang telinga
Hanya ada tarikan nafas yang tertutur dalam durjana cerita
Tak pelak..
Kupapahi pijakan ini, halus..
kualurkan sidik jariku pada dinding-dinding dingin
semuanya terasa nyaman..
Yaa, masih cukup nyaman memang

Dag..
Dig..
Dug..

Kurasakan setiap detakan jantung yang suatu saat akan Tuhan pertanyakan
"Untuk apa aku hidup?"
"Diapakan waktu yang telah diberikan?"
"Untuk apa masa mudamu?"
"Kemana hartamu?"
Miris memang..
Miris jika melihat jejak-jejak yang telah kuhaturkan dibumi
terkadang tak memiliki arti

Sruuuup..
Kunikmati secangkir white coffee
Hangatnya mengalir di tenggorokan
Memoriabil itu memancar begitu saja
Cangkir ini begitu pas ditangan
Berbahan Porselen..
Porselen? Yaa memang rawan pecah, layaknya perasaan

Pagi ini, didinginnya Sukabumi
Mungkin belum layak disebut pagi, karena terlalu dini
Yap.. Dibawah langit Jawa Barat,
Aku menghaturkan berbagai mimpi, hmmh tapi bukan disebut mimpi juga sih, soalnya kalo mimpi kemungkinan besar ga kecapai..!! Sama kaya mimpi-mimpiku dulu
Target kali ya

Uh, baru kali ini merasakan beratnya mata, tapi fikiran masih on
Terus nyari sinyal kehidupan yang jelas-jelas hanya manusia-manusia langit yang hidup dan berdialog dengan Tuhannya..
Allahkuuuu.. Terkadang aku begitu riya
begitu sombong dan mempertanyakan keadilanMu
selalu menuntut keberadaanMu
Hah.. dasar manusia kerdil..!!
Tuhan itu selalu ada, tapi tak terlihat
Sebelum menuntut untuk melihat Tuhan, coba cari dimana ruhmu
Bagaimana bentuknya, dan dimana
Jika kau bisa melihatnya, maka kau layak melihat Tuhan..!!
Tapi, kau sendiri tak bisa melihat ruhmu bukan?

Dibawah langit ini, masih terasa pengikraranku
Dibawah langit ini, masih kurasakan kasihsayangMu
Dibawah langit ini, serasa semua tak hidup, karena hanya ada aku dan rahmatMu
dan Dibawah langit ini, kuhaturkan beribu terimakasih untuk setiap detakan jantung
haluan detik
dan berbonggol-bonggol cintaMu
Cinta yang lebih luas dari samudra

Kubelai lembut tuts-tuts keyboard
Kuhirup pelan-pelan udara yang kemudian memenuhi kantung-kantung akreola jantungku
Kudengarkan kembali detuman waktu
Detakan jantung
dan aroma secangkir white coffee
Terimakasih Allahkuu
About , edit post
Reaksi: 
0 Responses

Posting Komentar

Komentarin postingan Nike yuuu..
Sebaik-baiknya orang, yang komentarin blognya nike *sesat.com