Nike as kekee
Tidak ada satu kejadianpun yang luput dari skenarioNya. Percayalah. Hey..!! Aku sudah membuktikannya. Tunggu tangan Tuhan yang membuat cerita (Nike Andini)
26 Mei 2012
Malam itu, satu dari ribuan kecelakaan perhari itu telah mempertemukanku dengan jodoh yang telah dipilihNya. bagaimana bisa? Saya pun terlalu kerdil untuk memikirkan sebab akibat yang akan terjadi pada hari-hari berikutnya. Inikah yang disebut takdir? Detik-detik terakhir itu masih terasa begitu jelas disaat motorku dengan kecepatan tinggi menabrak motornya yang tiba-tiba ngerem mendadak tepat didepanku untuk menghindari lobang. Rencana perjalanan pulang dari Bogor ke Jakarta harus kandas di dalam kecelakaan itu. Teriakan "Allahku" menggema diteriakan oleh tubuh lemah ini, terakhir yang dapat kuingat adalah bahwa aku bersyukur tidak ada mobil atau motor dibelakangku dan setelah itu pandanganku kabur, hanya gelap yang ada

Sakit dan pening yang terasa saat pertama kali membuka mata. Ini bukan diatas ranjang kamar kos ataupun rumahku, bau karbol cukup menyadarkan diriku bahwa ini di klinik. Cukup kaget dengan kehadiran lelaki disampingku. Dengan sigap aku coba bangun, tapi rasa perih disekujur tubuh menahanku untuk tetap berbaring. "Maaf ya de" kata itu yang pertama kali keluar dari mulutnya.

27 Oktober 2013
Setelah melewati jalan yang panjang dan berliku. Berbulan-bulan lamanya hubunganku dengan Sang Pencipta lebih intens dirasa. Apalagi ketika melewati malam yang diselingi oleh air mata dan pengaduan. Shalat istikharah menemani malam panjang. Dia yang dulu menabrakku, kini bersama keluarga besarnya mendatangi keluargaku. Aku dengan kemantapan hati menerima pinangannya.

12 Januari 2014
Kata sakral itu meluncur dengan lancar dari bibirnya. Bergetar menandakan bahwa dia cukup gemetar dan grogi saat melakukannya. "Sah" Jawaban para saksi. "Barokallu lakuma wa baroka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoyr"  Do'a Pak Penghulu. Hari itu, aku resmi melepas masa lajangku dan menerima kak Muhamad Syarifudin sebagai nahkoda yang akan memimpin bahtera rumah tangga kami berlayar di samudera yang sangat luas. "Bahagia sampai ke surga. Aamiin" ucap suamiku mengakhiri malam kami.

25 Oktober 2014
Sayang, Bunda menantikan kehadiranmu di dunia ini. Ayah hari ini InsyaAllah bakal mengunjungi kita, semoga ga lama lagi kamu bisa menghirup udara di dunia.
Sembilan bulan berlalu setelah ucap akad, saatnya menanti kehadiran sang buah hati. Kami mencintaimu nak.

Malaikat kecil kami :
Terimakasih Allah, telah percaya.
Engkau menititipkan Janin ini diperut mungil ku,
Aku tidak meminta banyak dari Mu,
hanya yang ku harapkan dari Mu,
Agar anak ini tumbuh berkembang,
pintar, sehat, sempurna, dan menjadi anak yang berguna bagi Agamanya kelak dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah Engkau beri.
itu yang ku pinta dariMu robb.
Untuk Buah Hati ku...
Lihat lah Nak,,,
Bunda tak sekuat gunung yang terus tegak dibawah prahara
Bunda lemah, "sayang,,,,
Namun dapat melindungimu sampai nafas terakhir yang diberi Allah,
 
Lihat Nak,
Tak jarang Bunda menangis, memikirkan kesehatan mu, pada saat didalam rahim ku, atau pun nanti kelak
kau terlahir berada di dunia ini
Bunda akan selalu menjaga mu, menyanyangi mu, bahkan aku rela hidupku untuk mu.
ini tak lain dan tak bukan agar kau teduh berada di samping ku,
 
Lihat lah Nak,
Bunda dan Ayahmu akan selalu menjagamu meskipun, Ayahmu tidak disamping mu namun do'a Ayahmu selalu untuk mu,
 
Dengarlah Nak,
Ketika Ayahmu ber sujud diatas sajadah, Ia menangisi mu saat kau berada di dalam rahim ku.
Ayah selalu meminta agar kau dan Bunda sehat selalu dan kau sempurna kelak.
Senandung ayat - ayat suci dilantunkan, sebagai tanda hadiah mu, agar kau tahu betapa besar cinta Ayah untuk mu ,,,
 
Rasakanlah Nak,
Ketika Ayah dan Bundamu mengelus perutku dan berbincang setra bergurau agar kau merasakan nyaman di dalam sana.

Lihatlah, Dengarkanlah, dan Rasakanlah nak.
Agar kelak kau tahu bahwa kami merindukan senyuman kecil mu, manjamu, mandiri mu, dan bahkan ketika
nanti kelak Bunda dan Ayahmu tua dan tidak bernyawa lagi, Kami mengharap do'a-do'amu menghantarkan kami ke JannahNya sebagaimana kami mengharapkan kebaikan dan kebaikan yang selalu menyertaimu ketika kamu masih di dalam perut Bunda.

Teruntuk
Buah Hati ku
About , edit post
Reaksi: 
0 Responses

Posting Komentar

Komentarin postingan Nike yuuu..
Sebaik-baiknya orang, yang komentarin blognya nike *sesat.com